February 8, 2015

Strategi Lolos SNMPTN 2015

Strategi Lolos SNMPTN 2015 - Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disingkat SNMPTN adalah salah satu bentuk jalur seleksi penerimaan mahasiswa untuk memasuki perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia, selain seleksi mandiri (melalui Ujian Mandiri) serta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). SNMPTN diselenggarakan pertama kali oleh Ditjen Dikti tahun 2008 atas jawaban terhadap kisruh yang terjadi di forum rektor PTN se-Indonesia terkait penyelenggaraan SPMB oleh Perhimpunan SPMB Nusantara, yang dianggap tidak sesuai dengan pola keuangan PTN non-BHMN.
Pada awalnya, SNMPTN terdiri dari dua jalur yaitu SNMPTN undangan (seperti PMDK) melalui nilai rapot dan SNMPTN tulis melalui ujian tulis. Pada tahun 2013, SNMPTN tulis diubah nama menjadi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). dan SNMPTN Undangan kemudian berganti nama menjadi SNMPTN (tidak pakai undangan) dengan kriteria seleksi penerimaan berdasarkan nilai rapot, nilai Ujian Nasional, dan prestasi akademis lainnya.


 1. Perhatikan Akreditasi per Program Studi
Akreditasi sangatlah penting. Namun di sini saya tekankan untuk melihat dan mengamati akreditasi program studi per universitasnya. Bukan akreditasi Universitasnya secara umum. Kenapa? Karena meskipun perguruan tingginya memiliki akreditasi tinggi, namun akreditasi program studinya lebih rendah, maka tingkat kelulusannya akan lebih tinggi.

2. Perhatikan Peminat dan Daya Tampung
Lihatlah jumlah peminat tahun sebelumnya dan daya tampung pada setiap jurusan di Universitas yang kamu pilih. Kemudian buatlah rasio atau presentase kelulusan. Contoh :
Univ A, jurusan X. Jumlah peminat 2000 orang dan daya tampung 50 orang, maka rasionya 1:40.
Univ B, jurusan X. Jumlah peminat 1000 orang dan daya tampung 20 orang, maka rasionya 1:50
Maka persaingan di Univ B jurusan X lebih sulit dibandingkan dengan Univ A jurusan X.

3. Perhatikan Jejak Alumni di Universitas Tujuan
Jejak alumni juga mempengaruhi kelulusan kamu. Jejak alumni yang dimaksudkan adalah alumni atau kakak kelasmu dari satu SMA/sederajat, yang menjadi mahasiswa di Universitas tujuanmu atau sudah lulus dari Universitas tersebut. Apakah mereka memberi jejak yang baik atau tidak.

4. Sesuai Jurusan atau Lintas Jurusan?
Sesuai jurusan atau lintas jurusan. Kesesuaian jurusan semasa SMA dan jurusan yang akan kamu pilih juga menjadi satu pertimbangan. Kesesuaian jurusan yang dimaksud misalnya semasa SMA kamu masuk di kelas IPA, maka seharusnya kamu memilih program studi atau jurusan yang masuk kategori SAINTEK (IPA), jangan memilih SOSHUM. Tapi kalau kamu masih nekat milih lintas jurusan ya terserah sih. Hehe

5. Rata-Rata Nilai Rapor Semester 1-5 dan Nilai Ujian Nasional
Pada snmptn tahun 2014, nilai yang digunakan adalah nilai rapor semester 1-5 dan nilai Ujian Nasional. Ada presentase untuk masing-masing semester.

6. Perhatikan Pesaing dari Satu Sekolah
Teman sekolah bisa menjadi lawan kita di snmptn tahun 2015. Bahkan teman akrab kita. Tapi ya jangan sampai bertengkar Cuma gara-gara ikut snmptn. Hehe. Kenapa saya menyuruh memperhatikan pesaing dari satu sekolah? Karena beberapa (banyak) universitas yang menerapkan sistem kuota per sekolah. Jadi, kamu harus waspada jika banyak teman satu sekolah kamu memilih universitas dan jurusan yang sama persis denganmu. Misalnya sekolah dengan akreditasi A diberikan kuota 5 orang per program studi. Jika di sekolah itu ada 6 orang yang mendaftar di Universitas dan Jurusan yang sama, maka satu (1) orang akan tersingkir.

7. Blacklist or Not?
Coba lihat kakak kelasmu tahun kemarin yang mendaftar SNMPTN di Universitas yang kamu tuju, kemudian dinyatakan lolos. Apakah mereka mengambilnya atau melepasnya. Jika diambil, maka status kamu mungkin aman. Tapi jika tidak diambil atau dilepas tanpa pemberitahuan ke universitas bersangkutan, kemungkinan besar kamu tidak aman karena mungkin universitas tersebut memberikan sanksi blacklist 1 tahun kepada sekolah tempatmu belajar.

8. Asal Kelas
Asal kelas juga menjadi pertimbangan. Apakah kamu berasal dari kelas Reguler (3 tahun), Akselerasi (2 tahun), atau kelas 4 Semester (2 tahun). Karena kemungkinan besar Universitas akan mempertimbangkan hal ini.

9. Asal Sekolah Negeri atau Swasta
Bukan bermaksud mengucilkan sekolah swasta. Tapi saya berkata berdasarkan pengalaman. Ada kemungkinan, Sekolah Negeri akan mendapatkan tempat atau kuota yang lebih dibandingkan dengan Sekolah Swasta. Tapi jangan pesimis dengan hal ini. Banyak juga peserta SNMPTN dari swasta yang lolos.

10. Cek Website Resmi Tiap Universitas
Kamu harus selalu mengecek website resmi universitas yang kamu pilih, terutama ketika masa pendaftaran dan pengisian data. Karena ada beberapa universitas yang mewajibkan peserta snmptn untuk mengisi data di website resminya, meskipun sudah mengisi di website www.snmptn.ac.id .
Ini terlihat sepele, tapi juga bisa berpengaruh. Seharusnya kamu diterima, tapi karena tidak mengisi data di website resminya, menjadi tidak diterima. Kan kacau.

11. Jangan ngoyo atau terlalu memaksakan.
Lihat kemampuan. Jangan mengambil jurusan dan universitas yang terlalu tinggi. Bermimpi dan berangan-angan boleh, tapi dengan batasan. Jangan sampai mengikuti hawa nafsu untuk memilih perguruan tinggi dan prodi yang tinggi, padahal nilai tidak mencukupi. Ini akan berakibat buruk bagi diri kamu sendiri.

12. Konsultasi ke Guru BK (Bimbingan Konseling), Guru Bimbingan Belajar, atau Alumni
Sering-seringlah bertanya dan berkonsultasi kepada ahlinya yang sudah berpengalaman untuk memberikan pandangan dan gambaran ke arah mana kamu akan melangkah dan menentukan pilihan.

13. Berdo’a dan Tawakkal
Yang terakhir adalah berdo’a dan tawakkal setelah kita berusaha semaksimal mungkin. Apapun hasilnya nanti kamu harus bisa menerimanya dengan penuh rasa syukur.


SOURCE
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner