March 1, 2015

Unsur Radioaktif dan Partikel Radioaktif


Semenjak ditemukannya sinar X pada tahun 1895 oleh Wilhelm Konrad Rontgen, para ilmuwan menyadari bahwa beberapa unsur dapat memancarkan sinar-sinar tertentu, meski pada saat itu para ilmuwan belum bisa memahami hakikat sebenarnya dari sinar-sinar tersebut serta mengapa unsur-unsur memancarkannya.
Marie Skłodowska-Curie
Marie Skłodowska-Curie. Sumber Gambar : wikipedia.org
Pada tahun 1896, Antoine Henri Becquerel mengamati bahwa beberapa gram uranium memancarkan radiasi yang dapat menembus kertas hitam yang menutupi plat fotografi. Sedangkan pada tahun 1898, sepasang ilmuwan, Marie Curie dan Pierre Curie, mengamati bahwa radiasi dari uranium dapat menyebabkan terbentuknya unsur baru.
Marie Curie menciptakan istilah keradioaktifan (radioactivity) untuk proses radiasi atau pemancaran sinar oleh suatu unsur. Sinar yang dipacarkan disebut sinar radioaktif, dan unsur yang memancarkannya disebut unsur radioaktif.
Pierre Curie dan Marie Curie berhasil mengisolasi dua buah unsur baru yang terbentuk dari peluruhan unsur uranium, masing-masing pada bulan Juli dan Desember pada tahun 1898. Kedua unsur itu kemudian mereka namai polonium (yang diambil dari nama Negara asal Marie yaitu Polandia) dan radium (yang diambil dari bahasa Latin, radiare yang memiliki arti ‘bersinar’). Sama seperti uranium, kedua unsur ini juga bersifat radioaktif. Hasil penelitian mereka dituangkan sebagai disertasi Ph.D dari Marie Curie pada tahun 1903. Mungkin inilah disertasi paling hebat dalam sejarah ilmu pengetahuan, sebab mengantarkan Marie Curie untuk meraih dua hadiah Nobel. Tahun itu juga Marie dan Peirre Curie, bersama-sama dengan Becquerel, meraih hadiah nobel bidang fisika untuk jasa mereka bertiga di bidang penelitian keradioaktifan. Kemudian pada tahun 1911 Marie Curie memperoleh hadiah Nobel bidang kimia untuk penemuan unsur polonium dan radium.
Pada tahun 1903, Ernest Rutherford mengemukakan bahwa sinar radioaktif dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan muatan mereka. Sinar radioaktif yang bermuatan positif diberi nama sinar alfa, dan tersusun dari inti-inti helium. Sedangkan sinar radioaktif yang bermuatan negatif deberi nama sinar beta, yang tersusun dari elektron-elektron. Sementara itu Paul Ulrich Villard menemukan jenis sinar radioaktif yang ketiga, yaitu sinar gamma yang tidak bermuatan. Sinar gamma adalah suatu bentuk radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari sinar X.
Berikut ini merupakan partikel-partikel yang sering kita jumpai pada pelajaran kimia.
Partikel/SinarNotasiMuatan
Alfa (α)2α4 atau 2He4+2
Elektron/Beta (β)-1e0 atau -1β0-1
Gamma (γ)0γ00
Positron (elektron positif)1e0+1
Netron0n10
Proton1H1 atau 1p1+1
Detron1H2 atau 1D2+1
Triton1H3 atau 1T3+1
Sifat-Sifat Sinar Radioaktif
Sifat-sifat sinar radioaktif secara umum yaitu, dapat menembus logam yang tipis, dapat menghitamkan plat film, dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi 3 sinar yaitu siar alfa, sinar beta dan sinar gamma.
  1. Sinar Alfa (α)
– Merupakan radiasi partikel bermuatan positif dan merupakan inti 2He4.
– Memiliki daya tembus paling lemah di antara sinar-sinar radioaktif.
– Daya pengion sinar alfa paling kuat di antara sinar-sinar radioaktif.
  1. Sinar Beta (β)
– Merupakan radiasi partikel bermuatan negatif.– Memiliki daya tembus yang lebih besar daripada sinar alfa.– Memiliki daya pengion yang lebih lemah daripada sinar alfa.–  Akan membelok ke kutub positif jika berada dalam medan magnet.
  1. Sinar Gamma (γ)
– Merupakan radiasi elektromagnet dengan energi tinggi, tidak bermuatan dan tidak bermassa.– Memiliki daya tembus yang paling besar di antara sinar-sinar radioaktif.– Memiliki daya pengion yang paling lemah di antara sinar-sinar radioaktif.– Tidak membelok dalam medan magnet.
REFERENSI BUKU

# Michael Purba, 2004, Kimia Untuk SMA Kelas XI, Erlangga : Jakarta.
# Irfan Anshori dan Hiskia Ahmad, 2000, Kimia SMU (Kelas 2), Erlangga : Jakarta.
#Sentot Budi Rahardjo, 1900, Belajar Kimia 2A dan 2B Untuk SMA Kelas 2, Tiga Serangkai : Solo.
# Irfan Anshori, 1988, Penuntun Pelajaran Kimia Utk Kelas 3, Cetakan ke-1 April 1988, Ganeqa Exact: Bandung.


NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner