May 28, 2017

Makhluk Menakjubkan Penghuni Palung Mariana

Sebuah struktur akibat kondisi geologis yang sangat masif, begitu besar dan luas sampai-sampai membuat sesuatu seperti Mount Everest hanya seperti sebuah tahi lalat jika dibandingkan dengannya, ini adalah sesuatu yang hampir tak terlihat dan sepertinya selamanya akan tetap tak bisa terlihat oleh mata manusia tanpa bantuan peralatan. Ini adalah Palung Mariana, sebuah jurang di dalam laut di kerak Bumi yang berukuran 5 kali Grand Canyon dan sangat sangat sangat dalam. 
Palung Mariana - vistaalmar.es
Faktanya, Palung Mariana adalah bagian terdalam dari lautan yang ada di Bumi. Sebuah lipatan yang disebut dengan “Challenger Deep”, adalah sebuah jurang yang memiliki kedalaman 10.984 meter, dengan kata lain, jika kita mengangkat mount Everest membalikkannya dan memasukkannya ke dalam, maka puncak tertingginya akan masuk sedalam 2.134 meter.

Palung ini terbentuk ketika dua lempeng tektonik Bumi bertubrukan satu sama lain. Ketika tubrukan terjadi dalam gerakan lambat, masing-masing tepinya terdorong ke bawah membentuk bentukan huruf V, menciptakan sebuah lembah yang sangat berbeda di planet kita.Tempat ini masih menjadi sebuah tempat yang sangat asing hingga beberapa dekade, para ilmuwan pun bahkan hampir tak tahu apapun tentang apa dan bentuk kehidupan apa yang bisa bertahan di sana (jika ada). Jika kita menyelam sampai kedalaman lebih dari 1.000 meter ke dalam samudera, cahaya matahari tidak bisa menembus mencapai kedalaman ini dan tentu saja tak memungkinkan kehidupan untuk tumbuh. Suhu air juga seringkali sedikit diatas titik beku, zat makanan juga tidak banyak.

Palung Mariana
Tekanan air di palung ini 1000 kali lebih besar daripada di permukaan. Tekanan yang begitu besar itu tentu saja akan menghancurkan hampir semua obyek, makhluk atau benda buatan manusia kecuali hewan atau peralatan yang memang didesain agar bisa bertahan di lingkungan ekstrim seperti itu. Namun meski demikian, bagian lain dari samudera ini bukannya tak berpenghuni.Sejumlah kapal selam berawak dan tak berawak telah bertemu dengan palung ini dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus membuktikan bahwa memang benar ada organisme dan kehidupan di lingkungan yang sangat “Asing” ini. Menariknya, beberapa dari makhluk-makhluk penghuni lingkungan ekstrim ini sangat luar biasa dan juga aneh.

Mari kita menyelam lebih dalam lagi masuk ke dalam dunia misterius ini dan mengintip sambil menyapa para penghuninya. Perlu diketahui, spesies-spesies ini tidak hanya aneh dan menakjubkan tapi sebagian dari mereka juga adalah spesies yang sangat tangguh.

DUMBO OCTOPUS
Dumbo Octopus
Ini adalah seekor gurita yang memiliki penampilan unik, mengapa disebut Dumbo Octopus ? karena ia memiliki telinga kecil imut yang mirip telinga gajah pada bagian atas tubuhnya. Hewan lucu ini juga memiliki mata yang bergoyang-goyang dan mulut yang kartun abis deh. Gurita ini mungkin nampak rapuh dan lembut, tapi sebenarnya ia cukup kuat untuk dikategorikan sebagai salah satu spesies gurita yang paling tangguh dalam sains yang hidup di kedalaman ekstrim. Gurita ini banyak beraktivitas pada kedalaman antara 2.987 – 3.962 meter.



Ketika kita membicarakan gurita, yang terbersit di pikiran kita mungkin adalah seekor makhluk berbentuk bulat dengan delapan tentakel. Namun pada si Dumbo ini, termasuk kategori yang disebut “Umbrella Octopuses” atau “Gurita Payung”, mereka memiliki tentakel seperti jaring yang ah tentu saja sekaligus memberikan mereka penampilan seperti sebuah payung. Tidak seperti gurita pada umumnya, spesies yang satu ini tidak mengunyah makanannya dengan mulut yang seperti paruh. Namun si Dumbo langsung menelan mangsanya utuh. Nampaknya tidak terlalu imut ya ?

DEEP SEA DRAGONFISH 
Deep Sea Dragonfish
Jika Dumbo Octopus adalah salah satu makhluk laut dalam dengan penampilan yang lucu, maka Deep Sea Dragonfish adalah kebalikannya. Dengan gigi yang berukuran tak wajar dan wajah yang mengerikan, ikan ini adalah pembunuh di kedalaman ekstrim. Meskipun ia adalah ikan, namun ia tak memiliki sisik layaknya ikan pada umumnya, melainkan tubuhnya licin berlendir yang lebih menyerupai belut.



Dragonfish yang memiliki panjang sekitar 15 Cm ini suka berenang di kedalaman antara 200 – 1.828 meter di bawah permukaan laut dimana suasana gelap dan juga dingin. Seperti kebanyakan makhluk di kedalaman, ikan yang satu ini sangat mengandalkan “skill” Bioluminens pada organ tubuhnya, ini terjadi akibat reaksi kimia dalam tubuhnya dan menghasilkan cahaya yang menyeramkan. Ikan ini juga bisa menggunakan kemampuan berpendar dalam gelap nya untuk berkomunikasi dengan ikan lain atau digunakan sebagai kamuflase. Pada rahang bawahnya ada semacam kumis panjang yang menjuntai ke depan, jika ada ikan lain yang tertarik dengan umpan ini dan mendekatinya, dalam sekejap saja Dragonfish akan menyergap si ikan menjadi santapannya.

Beberapa jenis dragonfish juga berevolusi memiliki kemampuan untuk menghasilkan cahaya berwarna merah, sebuah cahaya yang tidak umum pada penghuni laut dalam. Cahaya merah ini mereka gunakan sebagai sinyal untuk berkomunikasi dengan sesamanya, namun nampaknya mereka cenderung menggunakan lampu merah ini untuk menerangi mangsa mereka sesaat sebelum melancarkan serangan. 

BARRELEYE FISH
Barreleye Fish
Cahaya adalah sesuatu yang sangat langka dan berharga pada laut dalam. Kemampuan untuk mendeteksi secercah cahaya matahari yang redup bisa menciptakan perbedaan signifikan antara pemangsa dan yang dimangsa. Jadi, makhluk-mahluk yang hidup di palung ini, seperti Barreleye Fish mengembangkan fitur yang tak biasa untuk memanfaatkan cahaya seredup apapun demi keuntungan mereka. 

Seperti apa fitur anehnya ? Ikan ini memiliki kepala yang transparan, di dalamnya terdapat sepasang mata berbentuk silinder yang lebih sering menghadap ke atas, yang membantu ikan ini melihat bayangan mangsanya. Kepalanya yang transparan itu menurut para ilmuwan, adalah sebuah bentuk adaptasi agar ikan semakin mudah mengumpulkan cahaya lebih banyak.

Ikan ini masih belum dikenal manusia sampai tahun 1939, ketika ikan ini berhasil diangkat dari habitatnya (pada kedalaman 762 meter). Bahkan spesimen ikan tersebut akhirnya mati akibat perubahan tekanan dari kedalaman berubah ke tekanan perairan dangkal. Saat ini, para peneliti memiliki perangkat ROV (Remotely Operated Vehicles) untuk melakukan penyelaman di kedalaman ekstrim, dengan dilengkapi lampu dan kamera yang tahan terhadap tekanan ekstrim, mereka bisa mengamati dan mempelajari ikan ini lebih dekat lagi. Meski demikian, ikan aneh ini masih menyimpan banyak misteri, membuat banyak ilmuwan masih diliputi penasaran dan ketidaktahuan tentang siklus hidupnya serta pola reproduksinya.

BENTHOCODON
Benthocodon
Ubur-ubur adalah makhluk laut yang sudah sangat familiar dengan kita, sering kita temukan terdampar di pantai atau tersangkut di jala nelayan. Namun Benthocodon adalah jenis ubur-ubur yang tak lazim yang suka berenang pada kedalaman lebuh dari 762 meter, seringkali ditemukan di dasar laut.

Ini adalah jenis ubur-ubur yang berbentuk bulat pada bagian atas tubuhnya yang disebut “The Bell”. Diameternya tak lebih dari 2-3 cm saja dan dilengkapi dengan setidaknya 1.500 tentakel merah yang digunakannya untuk berenang di air. Makanan Benthocodon adalah makhluk-makhluk krustasea kecil dan organisme uniseluler.

Meski sebagian besar jenis ubur-ubur memiliki tubuh yang transparan, Benthocodon memiliki warna kemerahan pada perutnya. Para ilmuwan meyakini bahwa warna ini membantu menutupi cahaya bioluminens dari hewan kecil yang menjadi santapan ubur-ubur dan sekaligus menyembunyikan Benthocodon dari bahaya yang mengancam. Seperti kebanyakan hewan yang hidup di palung ini, spesies ini masih merupakan sebuah misteri bagi para ilmuwan.

SEADEVIL ANGLERFISH
Seadevil Anglerfish
Jika seekor ikan memiliki nama “Devil” maka tidak heran jika nampak menakutkan. Seadevil anglerfish adalah contoh perwujudan akan hal itu, memiliki karakteristik yang unik namun sekaligus aneh. Seperti namanya yang sudah sangat jelas menunjukkan wujudnya, ikan ini adalah makhluk yang dapat berenang langsung dari dalam neraka dengan bentuk tubuhnya yang seperti cacat, gigi setajam silet dan tatapan mata yang dingin. Meskipun mereka aneh dan penampilannya menakutkan, setidaknya ukuran mereka tidaklah besar.

Ikan betina umumnya maksimal tumbuh mencapai 20 cm panjangnya sementara yang pejantan berukuran lebih kecil, sekitar 2,5 cm. Dengan pola reproduksi mereka yang aneh, sang pejantan akan menggabungkan diri dengan betina, sirip mereka, gigi mereka dan mata mereka menghilang, diiringi dengan beberapa organ dalam, dan akhirnya dua individu itu pun menyatu. Yang tersisa dari tubuh si pejantan menjadi tempat penyimpanan sperma yang akan membantu membuahi telur si betina ketika waktunya tiba.

Ikan ini tidak memburu mangsanya, melainkan ia memancing dengan cara yang unik, ia memiliki semacam tonjolan di dahinya yang menjuntai dengan cahaya sebagai umpannya. Dengan rahangnya yang berukuran besar, ikan ini dapat menelan mangsa yang ukurannya lebih besar dari ukuran tubuhnya sendiri.

GOBLIN SHARK
Goblin Shark
Jika kita pernah menonton film legendaris “Aliens”, mungkin kita terbayang sosok makhluk bergigi tajam yang menembus keluar dari dalam dada kita dan kemudian menyerang wajah. Nah, sekarang bayangkan seekor hiu dengan wajah sejenis itu dan berenang di kegelapan laut dalam. Hiu Goblin adalah contoh wujud nyata sebuah mimpi buruk itu.

Hiu ini memiliki rahang yang menonjol yang nampak tidak cocok dengan tampang si Hiu, seakan roda evolusi tidak bekerja dengan baik pada hiu ini. Hiu ini juga tidak berwarna abu-abu seperti hiu pada umumnya, melainkan berwarna pink. Jika hiu ini berenang di dekat kita, kita akan segera menyadari bahwa ukuran kita mendadak menyusut, hiu ini bisa tumbuh hingga 5,5 meter panjangnya. Untungnya kemungkinan kita bertemu makhluk ini juga tidak besar. Hiu ini biasanya berkeliaran pada kedalaman 914 meter dan semakin bertambah usia mereka semakin dalam juga mereka akan menyelam.

Seperti halnya kebanyakan makhluk laut dalam, sains tidak banyak mengetahui tentang hiu ini. Tak ada seorang pun yang tahu bagaimana tepatnya mereka bereproduksi, ikan ini tetap menjadi misteri dan contoh bagaimana sebuah keanekaragaman hayati yang luar biasa terjadi di Bumi.

DEEP SEA HATCHETFISH
Deep Sea Hatchetfish
Ada banyak ikan yang berpenampilan aneh di lautan, tapi tak banyak yang menyerupai peralatan buatan manusia. Deep Sea Hatchetfish menyerupai sebuah kapak yang bisa berenang. Ada lebih dari 40 spesies ikan ini, semuanya memiliki tubuh yang kurus, dan banyak dari mereka memiliki sisik yang mengkilap yang membuat mereka memiliki penampilan seperti kapak berwarna metalik. Ikan ini berukuran kecil dan bahkan yang terbesar hanya bisa tumbuh sepanjang 15 cm. Penampilan mereka yang nampak rapuh ini sangat menarik mengingat mereka hidup di kedalaman 1.524 meter.

Tubuh ikan ini memiliki kemampuan bioluminens dan mereka dapat mengatur kecerahan cahaya mereka tergantung seberapa banyak cahaya yang mereka terima dari permukaan. Mereka melakukannya dengan teknik kamuflase yang pandai. Cahaya redup yang mereka hasilkan mengurangi intensitas bayangan mereka, membuatnya semakin sulit disergap oleh predator dari bawah.

FRILLED SHARK
Frilled Shark
Hiu yang satu ini memiliki bentuk tubuh bulat gabungan dari seekor belut dan kepala datar yang cukup aneh, mirip kepala dinosaurus.Hiu ini mendapatkan namanya dari sederetan insang berenda yang ada pada tubuhnya, dan hiu ini bisa tumbuh hingga 1,8 meter. Hiu ini memiliki lebih dari 20 baris gigi berbentuk segitiga setajam pisau yang siap merobek-robek daging mangsanya.

Hiu ini kemungkinan menghabiskan hidupnya di dekat dasar laut dan mereka menyukai perairan dengan kedalaman 1.219 meter. Terkadang, hiu ini tak sengaja tertangkap jala manusia dan terbawa sampai ke permukaan, dan hampir semuanya, mereka langsung tewas saat itu juga, membuatnya semakin sulit bagi kita untuk mengamati dan mempelajari perilaku mereka berikut siklus hidupnya.

Selama bertahun-tahun, banyak orang beranggapan bahwa hiu ini berenang dan berburu seperti belut. Beberapa peneliti beranggapan bahwa struktur anatomi dan organ pada hiu ini membuatnya tak mungkin melakukan pergerakan seperti belut, melainkan menurut mereka, hiu ini mungkin berburu menangkap mangsanya seperti cara ular berburu di darat, dan hal ini semakin membuat sosok hiu ini semakin aneh dan misterius.

TELESCOPE OCTOPUS
Telescope Octopus

Seperti penghuni laut dalam yang lain, gurita yang satu ini mengapung di kegelapan pada perairan terdalam di lautan Bumi. Tidak seperti gurita pada umumnya, gurita ini tidak berkeliaran di dasar laut. Melainkan berenang di air pada kedalaman lebih dari 1.981 meter dan ia tidak berenang dengan arah horizontal tapi lebih cenderung vertikal, mungkin ini semacam cara agar predator dari bawah kesulitan melihat bentuknya.

Jika kita cukup beruntung bertemu dengan gurita ini, kita mungkin akan bertanya-tanya terkait penampilannya. Tubuh gurita ini hampir transparan dan diantara kedelapan tentakelnya ada sebuah jaring yang membuat penampilan gurita ini menyerupai hantu. Pada tubuhnya kita akan melihat dua bola mata yang menonjol, tidak seperti yang kita lihat pada gurita pada umumnya. Sepasang mata ini memberikan sudut pandang yang luas sehingga sang gurita dapat melihat predator dan mangsanya lebih baik. Seperti sesuatu hal yang ada pada film fiksi ilmiah, kedua mata itu juga dapat berputar, mungkin hal ini adalah cara mereka agar dapat melihat dengan baik dalam kegelapan pekat.

ZOMBIE WORM
Zombie Worm
Resminya, makhluk ini bernama Osedax, dan dengan penampilannya yang berbulu, cacing ini juga disebut dengan Bone Worm atau Zombie Worm. Cacing ini bisa memakan batu karang atau bahkan tulang makhluk terbesar yang ada di Bumi, termasuk Paus Biru.
Cacing ini mengeluarkan asam untuk membantunya menembus dan mengakses isi dari tulang belulang paus yang telah mati. Kemudian ia akan menggunakan bakteri untuk mengubah protein dan lemak yang ada pada tulang menjadi nutrisi yang menjadi santapannya. “Cabang” berbulunya yang bergoyang melambai-lambai di dalam air berfungsi untuk menyerap oksigen agar si cacing tetap hidup.

Cacing betina dapat tumbuh sampai 5 cm. Pejantannya memiliki ukuran yang jauh lebih kecil (berukuran mikroskopis) jika dibandingkan dengan betina, dan si betina akan mengumpulkan para pejantan kecil ini di dalam tubuh mereka. Kemudian para pejantan akan mencari jalan untuk menemukan telur si betina. Cacing betina kemudian akan melepaskan telurnya yang telah dibuahi ke dalam air, siklus hidup cacing pun sudah dimulai dan cacing ini kembali melanjutkan tugasnya membersihkan bangkai paus di dasar lautan terdalam. (TLD#1)Third.Reich

Terimakasih kepada Live Science , National Geographic dan Evolution
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner